“Lebih baik kita capek karena bekerja daripada kita capek karena mencari kerja”
Ada seorang teman saya bilang begitu ketika kita sedang sharing mengenai pekerjaan. Kata-kata yang simple tapi mempunyai makna yang luar biasa. Sebuah ungkapan mengenai semangat, kegigihan dan keseriusan dalam bekerja, pemompa kita ketika terpuruk dalam pekerjaan sekaligus sebagai rasa syukur atas nikmat Tuhan bahwa kita masih di beri kesempatan untuk berkarya...entah itu dimana saja kita berada. Yah, sebagai manusia biasa terkadang ada kalanya kita merasa bersemangat dalam bekerja tapi ada kalanya ketika semangat itu terpatahkan oleh beberapa hal, kita merasa malas untuk melakukan sesuatu, berangkat ke kantor pun rasanya kaki ini tak punya daya untuk melangkah. Ingin rasanya kita hanya tidur-tiduran sambil berharap uang itu datang dengan sendirinya. Ah...jangan berlama-lama kau menjadi seorang pemalas...bangun, ayo bangun...singsingkan lengan baju dan siap untuk menyongsong dan membangun masa depan karena semuanya itu ada di tangan kita sendiri. Cobalah kita lihat sekeliling dan terjun kepada sebuah realita kehidupan yang ada....yang malas tidak akan sukses sedangkan yang ulet akan bisa memperoleh hasilnya.
Semangat kerja...!!!!!!! kita tunjukan pada dunia bahwa kita bisa menjadi manusia yang kuat tanpa harus takabur karena dunia tidak butuh orang-orang yang lemah dan malas....semangat...semangat...!!!!!!!
"aku tunggu kamu di taman kota, di bawah lampu jam 19.30"
sender : Tiyem
aha...karto bersorak dengan riang, kekasih pujaan hatinya ingin bertemu dengannya. Tanpa basa-basi karto langsung mandi di sungai dengan sabun seadanya dia menggosok badannya, biar bau keringat setelah seharian menarik becak hilang dan berganti dengan bau harum sabun itu. Cepat-cepat dia mandi lalu berganti pakaian yang juga seadanya...lusuh dan mbladus warnanya ditambah semprotan minyak wangi murahan yang dia beli 1 minggu yang lalu di pasar dekat rumahnya. Jam masih menunjukan angka 19.15, tergopoh-gopoh dia mengayuh pedal sepedanya biar cepat sampai di taman kota tempat dia akan bertemu dengan tiyem setelah 1 minggu tak bertemu...ada rindu yang menyeruak dan kegembiraan yang memenuhi ruang di hati karto. Sempat dia melirik jam di tangannya : "di jamku masih 19.25, aku belum terlambat".
Nafas ngos-ngosan berpacu dengan detak jantung, kaki yang terasa mengencang karena dipaksakan mengayuh dengan cepat. Tak lama dia mencari lampu taman kota, tempat tiyem mengajak bertemu. Tapi kenapa tak ada tiyem disana, hanya temaram lampu dan ngengat yang menari-nari...dimana tiyem...?. Ada sepucuk surat di bangku itu, karto pun mengambil dan membacanya...
"Karto, kekasih ku sayang...aku sudah menunggumu selama lebih 1 jam tapi kau tak kunjung muncul. Apakah kau sudah tak sayang lagi padaku...Apakah kau tak mau lagi bertemu denganku. Hari ini hari terakhirku di sini, besok aku akan pergi merantau ke Ibu Kota. Aku hanya ingin berpamitan denganmu...maafkan aku".
Karto diam sesaat sambil sesekali sesenggukan. Aku belum terlambat..jam ditanganku masih menunjukan 19.32..!!!!! dia melirik ke jam yang ada di taman kota itu..jam 20.36, ah ternyata jam karto terlambat 1 jam karena sudah lama dan baterai mulai melemah.
Akhirnya karto pulang dengan muka lesu dan muram ditinggal kekasih pujaan hatinya merantau ke Jakarta. Suatu saat aku akan menyusulmu tiyem..pikir karto dalam hati dengan tangan mengepal.
Purwokerto, 08 November 2009
Memangnya hati bisa disamakan dengan bola
bisa di tendang ke kanan, ke kiri, ke depan, atau ke belakang
Memangnya hati bisa disamakan kayu yang terhanyut di sungai
terombang-ambing oleh arus tanpa punya pendirian
Hati memang bisa di upgrade sedemikian rupa
Hati pun bisa bernyanyi dan menangis
hati tak bisa berbohong...
Hati adalah dawai jiwa
Purwokerto, 08 November 2009
Kenangan itu seakan-akan utuh kembali dan mengalir dalam alunan nadi...menghembuskan nafas yang membuatku seakan melayang, terbang tinggi lalu terjatuh. Biarkan...biarkan aku terjatuh, sayapku yang akan menolongku...mengembang dan mengepak lalu terbang lebih tinggi untuk menjamah awan yang bergelantungan.
Malam ini aku ingin sendiri...bercinta dengan cerita lalu.
musik mengalun pelan
bau lavender semerbak
mataku tertuju pada satu sudut...
tak ada siapa-siapa di sana
aku bukan berada di pantai
tapi di bawah kipas angin
Melayang...
Menembus awan...
Menembus ruang dan waktu...
Merentas aral dan rintangan.
aku ingin pergi
jauh..dan jauh..
tanpa ada seorang pun yang tau
aku ingin pergi
bukan untuk meninggalkan beban dan tanggung jawab
tapi
aku ingin membangun semua mimpi yang tertunda
ijinkan aku...


